English (United Kingdom)Indonesian (ID)

PEMILU INDONESIA 2009

Menurut rencana, pada 9 April 2009 ,Indonesia akan menggelar Pemilu, yang dikuti oleh 38 partai nasional dan 6 partai lokal di Aceh. Dari data statistik, diketahui bahwa mayoritas pemilih yaitu 65 % merupakan pemilih kelahiran antara tahun 1960 –1990. Terlihat terjadi regenerasi dalam politik, sehingga tokoh-tokoh kelahiran tahun 1940-an kurang populer diantara pemilih muda.

Bila sekiranya para tokoh tua masih mau merangsek maju, bisa terjadi kerancuan politik, karena terdapat wacana berpikir yang berbeda antara golongan muda dan tua. Fenomena Barack Obama  dalam pemilihan Presiden Amerika Serikat 2008 akan menginspirasi pemilu 2009. Bagi perkembangan kehidupan politik tanah air, para analis politik semua berpendapat bahwa pemilu merupakan syarat mutlak bagi berkembangnya demokrasi.

Meskipun banyak pihak bertanya, apakah pemilu ini akan menghasilkan politisi-politisi negarawan atau wacana demokrasi kosong makna. Hal ini dikarenakan banyaknya sorotan masyarakat  yang disebarkan media ,bahwa banyak anggota Dewan yang korup, tidur dan merokok diwaktu sidang dan banyak yang mangkir. Sudah siapkah anggota DPR membangun sistem demokrasi yang sehat di Indonesia?

Ada kecenderungan bahwa beberapa partai masih tetap menduduki papan atas seperti Golkar, PDIP,PPP, Partai Demokrat,PKS, PAN, sementara PKB dalam posisi sulit karena terjadi konflik. Untuk partai-partai baru yang kelihatan lebih aktif adalah Hanura, Gerindra, PKNU dan PPRN, selebihnya sepertinya harus berjuang berat untuk mendapatkan suara.


Pemilu 2004

Sebagai pembanding Pemilu 2004 diikuti oleh 24 partai. Mulai tahun 2004, selain memilih DPR dan DPRD, juga dipilih anggota DPD- Dewan Perwakilan Daerah yang mewakili perorangan didaerah, masing-masing propinsi memperoleh 4 kursi. Juga untuk pertama kalinya dalam sejarah Indonesia diadakan pemilihan Presiden dan Wakil Presiden secara langsung.

Perolehan kursi di DPR sebagai berikut : Golkar 128 kursi, 21.58%; PDIP 109 kursi,18,53%;PKB 52 kursi;PPP 58 kursi; Partai Demokrat 57 kursi,; PKS 45 kursi,; PAN 52 kursi. Selanjutnya PBR 13 kursi, PDS 12 kursi, PBB 11 kursi, PDK 5 kursi dan 13 partai yang lain dengan masing-masing 1 kursi atau tidak dapat sama sekali.


Gambaran PEMILU di Indonesia

Pemilu pertama di Indonesia diadakan diera Presiden Soekarno pada tahun 1955, yang dinilai demokratis, diikuti oleh 172 tanda gambar, terdiri dari partai politik nasional, partai lokal dan peserta perorangan untuk memperebutkan 257 kursi di Parlemen. Beberapa partai yang mendapat suara signifikan a.l :

PNI 57 kursi, 22,3%; Masyumi 57 kursi,20,9 %; NU 45 kursi;PKI 39 kursi;PSII 8 kursi;Parkindo 8 kursi;PSI 5 kursi dan beberapa partai yang mendapat  satu atau dua kursi seperti PIR,PRN,IPKI, PERTI,MURBA , Partai Katolik dll serta perorangan.
Pada saat itu lingkungan birokrasi banyak yang cenderung berafiliasi ke PNI. Militer pada waktu itu ikut memilih.

Di era Presiden Soeharto atau yang disebut Orde Baru, diadakan beberapa kali pemilu dari tahun 1971 sampai dengan 1997.( sebanyak 6 kali).

Pada mulanya ditahun 1971 diikuti 10 partai dengan perolehan sbb : Golkar 227 kursi,62,80%; NU 58 kursi; Parmusi 24 kursi; PNI 20 kursi; PSII 10 kursi; Parkindo 7 kursi; Partai Katolik 3 kursi; IPKI dan MURBA tidak dapat kursi.

Selanjutnya hanya diikuti 3 kekuatan politik, yaitu GOLKAR, PPP dan PDI. Suara mayoritas selalu diperoleh Golkar dari 62,11% sampai 73,16%. Suara yang diberikan ke Golkar banyak yang berasal dari birokrat . ABRI tidak memilih tetapi mendapatkan alokasi kursi di DPR dan di MPR.


Pemilu dimasa Reformasi

Masa reformasi dimulai setelah lengsernya Presiden Soeharto. Diadakan pemilu pada 1999, 2004 dan akan diselenggarakan lagi ditahun 2009 ini.

Pada pemilu 1999 yang ikut 48 partai, tahun 2004 ada 24 partai dan ditahun 2009 oleh 38 partai nasional dan 6 partai lokal di Nangro Aceh Darussalam.Juga ada pemilihan untuk DPD bagi perorangan. Suasana kehidupan politik memang lebih terbuka lebar pada masa reformasi, setiap warga negara bebas menyatakan pendapat, para pihak yang ikut mencalonkan diri juga lebih banyak.

Banyak pendapat dikalangan orang biasa bahwa negeri ini masih harus banyak  belajar demokrasi, alam demokrasi juga dituntut untuk bisa mewujudkan keinginan seluruh rakyat supaya secepatnya menghasilkan taraf kehidupan yang lebih baik, lebih tentram, lebih sejahtera , disamping menjamin kebebasan berpolitik dan beragama, sesuai dengan nuraninya.

Bagaimanapun pemilu adalah untuk kebaikan negara kita. Meski dianggap ada banyak calon yang diragukan kwalifikasinya, diantaranya tentu ada yang bersih dan mumpuni untuk mengeluarkan Indonesia dari kemelut. Mudah-mudahan Pemilu 2009 berjalan Jurdil.



JagadKejawen, 
F. S. Swantoro Drs. MSc.     
 

Jumlah Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday1002
mod_vvisit_counterYesterday1185
mod_vvisit_counterThis week7338
mod_vvisit_counterThis month29485
mod_vvisit_counterAll1416608