English (United Kingdom)Indonesian (ID)

Hasil Pemilu Legislatif dan Pilpres 2009

Pada Pemilu  9 April 2009, pemilih terdaftar telah memilih para anggota untuk DPR RI periode 2009-2014 dengan hasil sebagai berikut :

Pemilu legislatif- Pileg telah diikuti oleh 38 partai politik dan menghasilkan 9 partai politik nasional yang mampu melewati Parliamentary Treshold minimal 2.5 % ,sehingga mempunyai wakil-wakilnya di DPR. Daftar perolehan kursi sebagai berikut:

  1. Partai Demokrat   - 150 kursi = 26,43%
  2. Partai Golkar        -  107 kursi = 19,29%
  3. PDIP                     -    95 kursi = 16,61%
  4. PKS                     -    57 kursi = 10,54 %
  5. PAN                     -     43 kursi = 7,50% 
  6. PPP                      -      37kursi =  6,96%
  7. PKB                      -      27 kursi = 4,64 %
  8. Partai Gerindra     -      26 kursi = 4,36 %
  9. Partai Hanura       -      18 kursi = 2,68 %

Jumlah kursi DPR                 560 kursi

Catatan mengenai Pileg 2009

Pileg yang dilaksanakan oleh KPU telah mendapatkan sejumlah komentar negatif yang disiarkan media cetak dan elektronik, dikarenakan fakta-fakta sebagai berikut :  

  1. Kekacauan pendaftaran pemilih ( the fiasco of electoral roll during the legislative elections). Akibatnya 49,6 juta warga kehilangan hak pilih.
  2. Terjadinya dugaan kecurangan dalam rekapitulasi perhitungan suara. Selain berbagai kesalahan teknis yang sebenarnya tidak perlu terjadi.

Berbagai pihak beranggapan bahwa Pileg 2009 adalah Pemilu yang paling jelek kualitasnya dibandingkan dengan pemilu-pemilu terdahulu.

Protes-protes yang diajukan oleh beberapa partai, pada saat ini masih dalam proses pengadilan oleh Mahkamah Konstitusi yang akan mengeluarkan keputusan final.

Menyangkut hilangnya hak pilih hampir 50 juta warga, DPR telah menyetujui hak angket pelanggaran konstitusional warganegara untuk memilih.Dimana dan kenapa sampai terjadi kesalahan yang begitu masif  seperti itu? Memang sebaiknya masalah ini dibuat clear, sebagai pembelajaran proses demokrasi yang bersih untuk selanjutnya.

Fenomena menonjol pada pileg kali ini adalah terjadinya penambahan suara secara signifikan yang didapat partai-partai nasionalis seperti Demokrat, Golkar, PDIP, Gerindra dan Hanura, sedangkan partai-partai berazas Islam berkurang perolehan suaranya seperti PKS,PAN, PPP dan PKB.

Pemilihan Presiden – Pilpres 2009

Semua pihak berharap bahwa kesalahan pendaftaran pemilih seperti pada Pileg jangan terulang lagi pada Pilpres 2009.

Selama dua bulan terakhir masyarakat disuguhi berita mengenai konsolidasi partai-partai dan para tokoh yang ingin menjadi Calon Presiden ( Capres) dan Calon Wakil Presiden ( Cawapres). Persyaratan formal untuk menjadi Capres Cawapres harus didukung minimal 20% suara anggota DPR terpilih. Sehingga banyak figur yang ingin menjadi Capres Cawapres gugur karena tidak bisa memenuhi persyaratan tersebut.

Sebelum terbentuknya 3 Capres Cawapres definitif,  setiap hari masyarakat disuguhi “show politik” hiruk pikuk, terjadi pembicaraan-pembicaraan dan deal-deal politik antar parpol. Sedang pembicaraan tertutup tidak pernah disiarkan secara terbuka, tetapi publik yang sudah mulai terbuka pemahaman politiknya bisa menduga bahwa telah terjadi deal-deal yang biasa dalam koalisi untuk political sharing of power.( Disini muncul istilah “kontrak politik” antara partai-partai politik dengan Capres Cawapres).

Figur-figur populer

Para pengamat politik memprediksi bahwa Pilpres 2009 akan berjalan ramai dan menarik. Hal ini antara lain dikarenakan 6/enam figur Capres Cawapres sudah cukup dikenal dimasyarakat dan populer.

Ketiga pasang Capres Cawapres adalah :

  1. Megawati Sukarnoputri, Ketua Umum  Partai Demokrasi Perjuangan Indonesia, yang pernah menjadi Wakil Presiden dan Presiden RI 1999-2004, berpasangan dengan Prabowo Subianto, Jendral Purnawirawan yang menjadi pengusaha, Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra.
  2. Susilo Bambang Yudoyono,Jendral Purnawirawan, Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, yang incumbent Presiden RI 2004-2009 berpasangan dengan Prof.DR. Budiono, ahli ekonomi terkemuka dengan jabatan terakhir Gubernur Bank Indonesia.
  3. Jusuf Kalla, Ketua Umum Partai Golkar, incumbent Wakil Presiden RI 2004-2009 berpasangan dengan Wiranto, Ketua umum Partai Hanura, Jendral Purnawirawan, ex. Pangab.


Menurut para pakar politik keenam Capres Cawapres dianggap cukup  berkepribadian kuat, tegas, berani dan punya daya tarik kuat dan menguasai tema kampanye dan visi misi beserta program-program yang mereka tawarkan.

Sampai kini ketiga pasangan telah melakukan deklarasi sebagai Capres Cawapres secara explisit menurut caranya masing-masing dan itu telah mendapatkan perhatian para pendukung dan masyarakat.

Itulah ketiga pasangan kandidat Presiden dan Wakil Presiden RI pada Pilpres 8 Juli 2009. Kita tidak akan latah berasumsi siapa yang akan keluar sebagai pemenang seperti prediksi sementara analis politik. Segala kemungkinan bisa terjadi. Ketiganya mempunyai kesempatan yang sama . Kita serahkan kepada para pemilih untuk menentukan.

JagadKejawen,

F.S. Swantoro Drs. MSc.

 

Jumlah Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday175
mod_vvisit_counterYesterday236
mod_vvisit_counterThis week175
mod_vvisit_counterThis month7351
mod_vvisit_counterAll2076343