English (United Kingdom)Indonesian (ID)

Hasil resmi Pemilihan Presiden 2009

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terpilih kembali untuk menduduki jabatan yang kedua, setelah Mahkamah Konstitusi menolak gugatan sengketa hasil pilpres yang diajukan  oleh tim hukum pasangan capres –cawapres  Jusuf Kalla- Wiranto dan Megawati Soekarnoputri-Prabowo Subianto.

Pada 25 Juli 2009, KPU menyatakan Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY) dan pasangannya Boediono yang dicalonkan Partai Demokrat sebagai pemenang pilpres 8 Juli 2009 dengan perolehan suara 73.874.562 atau 60.80%.

Megawati Soekarnoputri  dari PDIP dan pasangannya Prabowo Subianto dari Gerindra memperoleh suara 32.548.105 atau 26.79%.

Jusuf Kalla dari Partai Golkar dan pasangannya Wiranto dari Hanura memperoleh suara 15.081.814 atau 12.41%.

Mahkamah Konstitusi pada keputusannya 12 Agustus 2009, menetapkan a.l. :

  1. KPU telah melakukan kesalahan prosedur, tetapi  bukan pelanggaran yang terstruktur, sistimatis dan masif yang dapat berakibat pemilu kehilangan keabsahannya.
  2. Dimasa mendatang, pemilu memerlukan organisasi yang lebih profesional, baik dalam membuat rancangan undang-undang maupun pelaksanaan tugas-tugasnya.
  3. Pilpres 2009 adalah sah dengan catatan bahwa semua pelanggaran yang terjadi yang belum diproses secara hukum dapat diproses lebih lanjut melalui peradilan umum.
  4. Tidak ditemukan bukti-bukti yang cukup, baik kualitatif maupun kuantitatif, untuk menyatakan hasil Pilpres 2009 cacat hukum dan tidak sah.


Seperti diketahui sebelumnya tim hukum Kalla dan Megawati telah mengajukan gugatan hukum ke Mahkamah Konstitusi ,menggugat keputusan KPU 25 Juli 2009 tentang hasil Pilpres.

Tim hukum Megawati menyatakan bahwa ada perhitungan 28 juta suara pemilih yang salah dan suara tersebut diberikan kepada SBY-Boediono. Sementara tim hukum Jusuf Kalla meminta supaya pemilu dinyatakan batal karena ada kesalahan 47 juta daftar pemilih termasuk adanya nama-nama ganda dan penutupan 69.000 TPS telah menghalangi 34.5 juta orang melakukan haknya sebagai pemilih.


Pemerintah Baru 2009-2014

Rakyat Indonesia telah menentukan pilihan melalui Pilpres yang demokratis dan memilih SBY dan Boediono selaku Presiden dan Wakil Presiden periode 2009-2014. Rakyat sekarang menantikan pelaksanaan janji-janji yang diucapkan selama kampanye.

Demi kepentingan negara dan bangsa, sebaiknya Pemerintahan SBY- Boediono tetap fokus kepada peletakan proses demokrasi dalam bidang politik, ekonomi dan kesejahteraan sosial seperti yang diamanahkan pendiri bangsa.

Oleh karena itu, reformasi birokrasi mesti dilanjutkan termasuk pembenahan pencatatan kependudukan untuk menghindari kesalahan dalam pembuatan daftar pemilih dimasa mendatang.

Laksanakan dengan baik semangat UUD 45 terutama pelaksanaan pasal 33, yaitu : Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.

Dalam mencapai kesejahteraan sosial, hendaknya setiap warga negara dijamin untuk mendapatkan pekerjaan dengan gajih yang memadai; akses kesemua jenjang dan jenis pendidikan dan pelayanan kesehatan masyarakat.

Hal-hal itu sesuai dengan janji-janji selama kampanye yang berupa :  Tata kelola pemerintahan; Supremasi hukum dan Penegakan HAM; Kesejahteraan rakyat; Upah buruh layak dan Pertumbuhan ekonomi.

Kami ucapkan selamat atas kemenangan SBY- Boediono dalam Pilpres 2009 dan Selamat Bekerja untuk melaksanakan program-programnya yang cukup menantang.


JagadKejawen,

F.S. Swantoro Drs. MSc.

 

Jumlah Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday220
mod_vvisit_counterYesterday326
mod_vvisit_counterThis week842
mod_vvisit_counterThis month5713
mod_vvisit_counterAll2089570